ARIEF RAHMAN DAN DIDIK PURWANTO
PERPUSNAS PRESS
2021
SAS - 811 (810-819)
978-623-313-194-0
Syair merupakan salah satu jenis puisi lama Melayu. Kata syair berasal dari Arab, yaitu sya’irun yang artinya yang merasa. Mengenai kapan syairu itu muncul juga belum jelas, tertapi diketahui bahwa syair tertua yang tertulis terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh (Aceh) yang berangka tahun 1380 M. Syair suka sekali memaknai kata-kata yang di dalam pantun kurang dipakai, sedangkan di prosa jarang sekali didapat, misalnya : arif, bestari, gundah gulana, dan sebagainya. Syair Burung Nuri, & Syair Burung Pungguk adalah sebuah syair simbolik dalam naskah Melayu. Syair Burung memiliki 3 naskah dengan kode W 268b, ML 61, dan W238. Syair burung dengan kode W 268b merupakan syair yang melukiskan percakapan antar burung yang membahas tentang suatu ajaran agama. Kemudian Syair Nuri terdapat 3 naskah dengan kode ML 8 dan ML 10. Syair Nuri dengan kode ML 8 merupakan syair percintaan antara burung nuri dan burung simbangan. Naskah Syair Burung Pungguk merupakan naskah tunggal dengan kode W 24la. Naskah ini menceritakan percitaan burung Pungguk dengan putri Bulan. Syair Burung, Syair Burung Nuri & Syair Burung Pungguk ini menggunakan Aksara Jawi atau Aksara Arab-Melayu dan menggunakan bahasa Melayu. Syair Burung, Syair Burung Nuri & Syair Burung Pungguk merupakan beberapa koleksi naskah kuno yang ada di Perpustakaan Nasional RI. Naskah Syair Burung dengan kode W 268b, ditulis di atas kertas Eropa dengan cap kertas Concordia, beraksara Arab, berbahasa Melayu, berukuran sampul: 31x19cm, ukuran blok teks 22x12cm. Naskah Syair Burung Nuri dengan kode ML 8, ditulis di atas kertas Eropa dengan cap kertas, beraksara Arab, berbahasa Melayu, berukuran sampul: 21x16cm, ukuran blok teks 17x10cm. Naskah Syair Burung Pungguk dengan kode W 241, ditulis di atas kertas Eropa dengan cap kertas Singa dalam lingkaran : Concordia, beraksara Arab, berbahasa Melayu, berukuran sampul: 34x21cm, ukuran blok teks 28x13cm.