SRI SOEHARINI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA
1987
NKU - 091 (090 - 099)
-
Dalam jilid IV (terakhir) Babad Jawi ini diceritakan kelicikan Belanda mempengaruhi Pangeran Purbaya, agar bersedia bekerjasama dengan Kumpeni. Hadiah yang sangat menarik dijanjikan kepadanya apabila perang di daerah-daerah dapat dihentikan. Antara lain bahwa Pangeran Purbaya berhak menerima keuntungan yang diperoleh Kumpeni sebanyak dua ribu real tiap tahun, dan bahwa Pangeran Purbaya tidak perlu lagi menghadap ke Kartasura secara teratur. Purbaya minta agar Natapura dan Herucakra setelah menghentikan perang diampuni, demikian pula Natanegara yang bersedia damai. Namun dalam kenyataannya Belanda hanya memasang jerat. Semuanya setelah perang berhenti ditangkap dan dibuang ke Serandil dan ke Afrika, sedang Pangeran Purbaya sendiri dipenjara di Jakarta, sampai meninggal dan jenazahnya diminta keluarganya untuk dikebumikan di Kartasura. Sunan yang baru minta agar keluarga Sunan Mangkurat Mas yang dibuang ke Cylon dikembalikan oleh Belanda, karena mereka membawa benda pusaka istana yang dahulu dibawa pergi oleh Sunan Mangkurat Mas. Belanda mengabulkan permintaan Sunan, namun kesempatan lain dimanfaatkan dengan baik untuk menekan Sunan agar membayar utang-utang dan biaya-biaya yang pernah dikeluarkan Belanda sebelumnya ketika Belanda melindungi keluarga-keluarga istana di Jakarta. Maupun biaya untuk mengamankan suatu daerah yang dilakukan Kumpeni atas permintaan Raja Jawa