PANDANGAN GENERASI MUDA TERHADAP UPACARA PERKAWINAN ADAT DI KOTA MEDAN

Pengarang: 

KENCANA SEMBIRING PELAWI, TATIEK KARTIKASARI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1998

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

KGM - 305.23.392.5 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
99

Bagi suku bangsa Batak, perkawinan merupakan sarana untuk meneruskan marga, karena marga adalah sesuatu yang sangat berharga. Dengan adanya perkawinan maka terbentuklah struktur kekerabatan yang disebut Dalihan Na Tolu. Generasi muda di Kodya Medan yang diwakili para pelajar SMU, pada umumnya mempunyai pengetahuan yang minim tentang upacara perkawinan adat. Selain itu juga kurangnya pengetahuan mengenai perangkat pakaian pengantin pria dan wanita dan perhiasannya, juga proses jalannya upacara perkawinan adat itu sendiri. Generasi muda percaya bahwa upacara perkawinan adat dapat mendukung perkembangan kebudayaan nasional. Kepedulian mereka terbukti dari sikap dan pendirian mereka, bila menikah nanti ingin dilaksanakan dengan upacara adat, oleh sebab itu upacara perkawinan adat perlu dipelihara dan dilestarikan dan tidak perlu diubah atau disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian meskipun pengetahuan mereka tentang upacara perkawinan adat sangat terbatas, namun mereka masih peduli terhadap budaya daerahnya yang terlihat dari sikap, kepercayaan, dan perilaku mereka.

PANDANGAN GENERASI MUDA TERHADAP UPACARA PERKAWINAN ADAT DI KOTA MEDAN