TUTUR JANANTAKA

Pengarang: 

I KETUT NUARCA dan I MADE PURN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1990

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

1.6(000-09

TUTUR JANANTAKA

Tutur Janantaka sebagai suatu bentuk peninggalan naskah kuna (lontar) kurang begitu banyak mendapat tempat di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya ada penelitian yang secara langsung mengambil obyek naskah tersebut. Dengan demikian dari segi pengarang dapat dikatakan bahwa kehadiran naskah ini merupakan kegagalan sebab kurangnya persepsi masyarakat akan isi lontar tersebut. Pada kebanyakan peninggalan naskah kuna dalam bentuk lontar terkandung berbagai unsur (nilai) yang berhubungan dengan ajaran-ajaran moral, estetika dan lain-lain. Dalam hal ini Tutur Janantaka dapat dikatakan sebagai peningalan naskah yang kurang menonjolkan unsur-unsur tersebut, sebab dari segi tematis isinya dapat dikatakan sebagai petunjuk singkat tentang nama kayu-kayu serta kegunaannya secara fungsional.