Sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Pasemah adalah sistem patrilinial sama halnya dengan suku bangsa lainnya di Indonesia kecuali Minangkabau. Masyarakat Pasemah mempunyai kebebasan tentang pola menetap setelah menikah. Secara umum masyarakat Pasemah di Kota Pagaralam tergolong pada dua kelompok yaitu penduduk asli dan pendatang. Budaya masyarakat Kota Pagaralam secara umum tidak jau…
A.A. Navis (1984) mengatakan bahwa Minangkabau tidak lebih sebagai kesatuan ideologis belaka, dan tidak menunjuk pada kesatuan administratif. Hal ini disebabkan karena masing-masing nagari di Minangkabau bersifat otonom, dalam mengatur dan menentukan wilayahnya sendiri. Artinya setiap nagari akan selalu memiliki aturan adatnya sendiri, yang dikenal dengan selogan adat salingkar nagari. Oleh seb…
Mobilitas sosial penduduk yang terjadi di Kota Bukittinggi disebabkan oleh faktor yang bersifat fisik dan non fisik. Faktor yang bersifat fisik meliputi daya tarik kota (daerah tujuan) dan daya dorong desa (daerah asal). Adapun faktor non fisik adalah merantau dalam budaya Minangkabau yang masih berlaku sampai saat ini, termasuk bagi masyarakat Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Proses mobilitas …
Buku dalam bentuk bunga rampai dengan judul Kekayaan Warisan Budaya Dalam Naskah ini merupakan kumpulan tulisan dari hasil penelitian. Buku ini merupakan hasil kajian peneliti terhadap beberapa naskah kuno yang mencerminkan kehidupan dan budaya masyarakat Nusantara, khususnya Melayu. Ada 3 (tiga) tulisan dalam buku ini, yaitu (Pertama) Syair Ikan Terubuk Pada Masyarakat Bengkalis : Kajian Ten…
Semenjak kemerdekaan Republik Indonesia telah membuat beberapa peraturan mengenai undang-undang Otonomi daerah. Undang-undang tersebut adalah Undang-Undang Nomor 1 tahun 1945, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1948, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1956, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1965 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa proses untuk mewujudkan otonomi daerah, mem…
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL.2 NO.2 NOVEMBER 2016
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL.3 NO.2 NOVEMBER 2017