Text
KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Dalam berinteraksi dengan alam lingkungan yang telah memberi nafkah kepada mereka, muncul kesadaran dari masyarakat setempat akan kekayaan alam lingkungan yang harus dilindungi, dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar dapat diwariskan kepada anak cucunya. Interaksi yang berlangsung antara alam lingkungan dengan penghuninya terlihat pula dalam pengaturan tata ruang desa, dimana makam atau kuburan berada jauh dari permukiman dan ruang produktif lainnya. Menyatunya manusia dengan lingkungan alamnya tercermin dari klasifikasi yang mereka lakukan terhadap alam lingkungan yang telah mendukung hidupnya yaitu klasifikasi terhadap lahan sebagai sumber matapencaharian yang bersumber pada lahan sawahnya, tegalan dan pekarangan.
Manusia memiliki ikatan dengan alam, kerana secara langsung maupun tidak langsung alam memberikan kehidupan dan penghidupan bagi manusia. Adanya ikatan antara manusia dengan linkungan memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang cara memperlakukan alam lingkungan yang mereka miliki. Oleh karena itu mereka menyadari betul adanya segala perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitanya dan mampu pula mengatasi demi kepentingannya.
Konsep kearifan lokal atau kearifan tradisional, atau disebut juga dengan sistem pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang sekian lama, sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara masyarakat tersebut dengan lingkungannya(Marzali, A,. 1998). Jadi intinya adalah inti dari budaya suatu masyarakat yang diperoleh melalui pengalaman hidup yang digunakan untuk menghadaqpi situasi tertentu dan menjawab persoalan yang muncul.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain