Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Dra. Sumintarsih, M.Hum & Christriyati Ariani - Nama Orang;

KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM KABUPATEN GUNUNG KIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Dalam berinteraksi dengan alam lingkungan yang telah memberi nafkah kepada mereka, muncul kesadaran dari masyarakat setempat akan kekayaan alam lingkungan yang harus dilindungi, dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar dapat diwariskan kepada anak cucunya. Interaksi yang berlangsung antara alam lingkungan dengan penghuninya terlihat pula dalam pengaturan tata ruang desa, dimana makam atau kuburan berada jauh dari permukiman dan ruang produktif lainnya. Menyatunya manusia dengan lingkungan alamnya tercermin dari klasifikasi yang mereka lakukan terhadap alam lingkungan yang telah mendukung hidupnya yaitu klasifikasi terhadap lahan sebagai sumber matapencaharian yang bersumber pada lahan sawahnya, tegalan dan pekarangan.
Manusia memiliki ikatan dengan alam, kerana secara langsung maupun tidak langsung alam memberikan kehidupan dan penghidupan bagi manusia. Adanya ikatan antara manusia dengan linkungan memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang cara memperlakukan alam lingkungan yang mereka miliki. Oleh karena itu mereka menyadari betul adanya segala perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitanya dan mampu pula mengatasi demi kepentingannya.
Konsep kearifan lokal atau kearifan tradisional, atau disebut juga dengan sistem pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang sekian lama, sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara masyarakat tersebut dengan lingkungannya(Marzali, A,. 1998). Jadi intinya adalah inti dari budaya suatu masyarakat yang diperoleh melalui pengalaman hidup yang digunakan untuk menghadaqpi situasi tertentu dan menjawab persoalan yang muncul.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
3.1.1.14(300-319) KEA SUM
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni Dan Film Departemen dan Pariwisata., 2007
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-15679-8-5
Klasifikasi
3.1.1.14(300-319) KEA SUM
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
departemen kebudayaan dan paiwisata
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?