Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ADAT LUMAQ NAFAS KEHIDUPAN DAYAK BAHAU
Penanda Bagikan

Text

ADAT LUMAQ NAFAS KEHIDUPAN DAYAK BAHAU

KRESENSIA DEW ANYEQ - Nama Orang; Y. BUAQ BANG - Nama Orang; WILLEM DJIIW - Nama Orang; A. HIBAU DIAN - Nama Orang; ALEKSANDER DING KUENG - Nama Orang; THERESIA PING ULAN - Nama Orang; DKK - Nama Orang;

Ladang bagi masyarakat Dayak, seperti pada suku Dayak Bahau, merupakan salah satu sumber pembentuk kebudayaan Dayak. Ladang merupakan nafas kehidupan bagi masyarakat Dayak. Dalam tradisi perladangan terkandung nilai, norma dan perilaku tertentu yang berorientasi pada aturan leluhur. Menurut Dr. Michael R. Dove, pola perladangan suku Dayak mengandungi pelajaran menarik tentang ekologi dan ekonomi perladangan. Dalam buku yang berjudul “Adat Lumaq Nafas Kehidupan Dayak Bahau” diuraikan secara rinci mengenai pola perladangan yang berlaku pada suku Dayak Bahau Umaq Telivaq, Umaq Luhat, Bahau Busang dan Bahau Bateeq. Sekalipun terdapat beberapa variasi, namun sejatinya terdapat kesamaan ideology dan filosofi sekaitan dengan pola perladangan yang mereka warisi secara turun temurun dari para leluhur. Dalam tradisi perladangan, suku Dayak Bahau dikenal aturan tertentu yang dipatuhi bersama. Aturan mengenai tanda dan bata ladang (nyang/hang), sejatinya memberikan penegasan tentang mekanisme mengelola konflik dalam kegiatan ladang. Bahkan, mereka juga mengenal sejumlah pantangan, serta sanksi terhadap pelaku pelanggaran pantangan. Bagi kaum perempuan, dalam tradisi perladangan suku Dayak Bahau, kaum perempuan mendapat tempat yang setara terutama dalam kerangka pemahaman filosofi, seperti misalnya dewi padi adalah seorang perempuan, pemegang adat ladang lazimnya seorang perempuan. Namun dalam konteks praktis, terutama dalam arena publik, apakah tradisi perladangan itu sungguh memberikan peranan setara dan adil terhadap perempuan Dayak? Seiring dengan perkembangan zaman, yang amat memungkinkan terjadinya perubahan budaya, perkara kesetaraan dan keadilan antara perempuan dan laki-laki dalam tradisi perladangan, layak menjadi kepedulian utama.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
UUA - 392.3 (390-399) KRE A
Penerbit
Kalimantan Timur : PERKUMPULAN NURANI PEREMPUAN., 2003
Deskripsi Fisik
vii + 137hlm; 13,5cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
UUA - 392.3 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?